Terenyuh

Nikmati Perjalanan Ibadah Haji & Umroh Bersama Cahya 99 Tour & Travel

Terenyuh

Terenyuh

Karena saya mengambil nafar awal saat pelaksanaan haji tahun ini maka pada tgl. 12 Dzul Hijjah 1449 saya bergegas keluar Mina. Sesampainya di hotel bersama bebera teman sesama rombongan haji undangan Raja Salman bin Abd Aziz saya segera pergi ke Masjidi Haram utk melakukan thawaf Wada’ sebab malamnya akan segera berangkat ke Madinah.
Betapa lelahnya perjalanan haji selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina ditambah jauhnya tempat berhenti mobil menuju akses Masjidil Haram di tengan terik Matahari yg 45c maka saat melakukan thawaf di lt 2 Masjidil Haram sungguh terasa melelahkan.
Satu putaran Thawaf saya lakukan terasa sekali pegal di kaki dan paha serta mata tak tertahankan merasa ngantuk. Di situlah Allah SWT. menasehati saya. Saat saya melihat Ka’bah di sebelah saya terlihat seorang kake’ yg sdh tua renta sepertinya orang Turki, ia mendorong istrinya yg sdh tua renta di atas kursi roda. Mungkin mereka di atas umur 80-an tahun.
Subhanallah, la haula wala quwwata illa billah hati ini tersentuh dan terenyuh. Diri menasehati jiwa ini dengan pertanyaan kecil tapi sangat menghujam: mengapa diri yg masih muda dan kuat begitu manja utk mendapat rida-Nya. Masya Allah, dlm dzikir itu saya hanyut dalam penyatuan diri dg Sang Khaliq tak terasa air mata terus neleleh dan thawaf saya sdh memutar tujuh kali.
Pikir saya, semua pekerjaan itu terasa berat manakala diukur dengan pikiran dan perasaan, tetapi apapun beratnya beban akan terasa ringan manakala iman dan cinta kepada Allah yg menjadi spirit-Nya. Iman itu membuat apapun yg dilalui dalam hidup menjadi indah,mudah dan membahagiakan. Subhanallah walhamdulillah wa lailaha illallah wallahu akbar.
Mekah, 12 Dzulhijjqh 1439/23 Agustus 2018
alfaqir
Cholil Nafis.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.